Membahas sedikit apa yang dialami penulis.

Mungkin akibat perubahan suhu kehidupan, atau bisa disebut iklim kehidupan. Dimana yang biasanya yang dulu terbiasa disiapin kini jadi yang nyiapin. Tapi hidup memang harus bermetamorfosa begini, ketika roda hidup ada perubahan dari awal ke waktu yang sedang terjadi berarti menanadakn hidup kita berjalan. Mungkin ini sudah cukup untuk pembuka artikel ini.





Mungkin saya nulis judul ini karena untuk saat ini ngumpulin "niat untuk" hanya sekedar "nulis" itu susah. Terkadang lebih milih ngosong dari pada nulis. Padahal yang namanya nulis itu punya seribu ataupun tak-terhingga manfaat. Mengapa dibilang begitu, dijelaskan sedikit begini :
'Pertama' yang namanya nulis (Tulisan elektrik nge-blog) itu pasti membutuhkan ide, gagasan, kreativitas, imajinasi, dan referensi para penulis lainnya. Bisa dibilang orang yang nulis itu punya sebuah keahlian khusus untuk mengendalikan kerja otaknya baik kanan ataupun kiri, karena otak dipaksa mendapatkan porsi untuk berfikir lebih demi menemukan gambaran atau rangka artikel yang akan dituangkan dalam bentuk ketikan. Tapi hal ini tidak digunakan untuk tulisan abal-abal, ataupun para copaser. 
'Kedua' seorang penulis dituntut mempunyai keahlian bahasa yang memadai untuk memenuhi kebutuhan bahasa yang dia opakai disaat menulis. Dalam sebuah artikel yang pernah saya baca, memahami bahasa lebih mengasa otak dibandingkan memahami hitung-hitungan matematika.
Mungkin cukup dua ya, mungkin kalo mau sampai berapapun ada kalau dipandang dari sgala aspek manfaat.

Kembali ketopik malas nulis. Mengapa ya, yang namanya penyakit malas itu sulit dihilangkan ? . Apa mungkin itu sudah bagian dari manusia ? atau mungkin itu sudah jadi kodrat yang pasti dimiliki manusia. Mau gimanapun yang pasti Sang Penciptalah yang tau. 
Menulis padahal bukan sesuatu yang susah tetapi bisa juga dibilang bukan sesuatu yang mudah, intinya mah gimana fungsi otak mengporsir apa yang dia akan fikirkan, bisa juga tergantung dari daya imajinasi ataupun tingkat kreativitas sang pemilik otak. Mungkin disaat lahir kadar otak manusia sama tetapi nasib atau kemauan sang pemilik otak yang berbeda. 
Kalau bisa si mulai saat ini jauhkan budaya malas nulis, atau kalo bisa budaya malas mikir itu disimpan. Dipakai si boleh tapi sesuaikan tempat. Jadikan apa yang dianugrahkan Tuhan sebagai nilai keuntungan. Karena tiada pemberian melainkan untuk sebuah keuntungan.


 Jangan jadi seorang patrick dalam karakter spongeboob, dimana hanya menggunakan naluri tanpa berfikir. Memang hidupnya santai, tapi didunia nyata yang namanya hidup nyantai takkan memperoleh hasil untuk memperjuangkan hidup. Maka mulai saat ini saya harus menanaman rasa keinginan saya, saya juga harus lebih banyak membaca agar lebih banyak mendapat ide-ide yang baik untuk dituangkan dalam tulisan.Yang terpenting harus melawan/membuang bisikan setan yang terus bicara rasa kemalasan. 



Jangan Sampai Rasa Malas Merenggus Kreatifitasku !

Tidak ada komentar: