CINTA yang GAGAL

Sebenarnya punya sedikit trauma dengan namanya cinta. Lebih spesifiknya mungkin sebut saja cinta yang gagal.

Cinta yang gagal memang sebenarnya beri banyak pengalaman. Tapi dikala sendiri cinta gagal pun beri banyak impack yang mungkin memang nyatanya tidak  berdarah, tapi ........... (asudahlah)

Apakah cinta sejati itu ada ? apakah cinta sejati itu jodoh ?

Seandainya orang yang selama ini sangat diinginkan terus endingnya bukan jadi milik kita berarti dia bukan cinta sejati dong, apalagi jodoh. . . . hiksss

Definisi cinta itu apa sih ? kenapa dalam definisi cinta tidak ada istilah pasti memiliki. Bukannya cinta harus memiliki, kalau tidak memiliki berarti gagal cinta dong namanya.
Terus, kenapa cinta itu harus gagal ? kenapa cinta yang memang kita ingini harus gagal ? kenapa bukan cinta yang lain ?

Haruskah cinta yang gagal itu ditunggu terus ketika si dia sedang tanpa status kita masuk lagi untuk mencoba peruntungan kembali. Yang harus ditanyakan, Apakah hati kuat untuk mencoba proses yang sama ? sedangkan sempat ada trauma di dalam proses itu sebelumnya.

Gagal itu sakit, sakit banget malah. Coba bayangin sekian lama nunggu eh nyatanya harus ngalamin menunggu-lagi akibat cinta yang gagal. Cinta memang rumit tapi sangat menarik untuk di deskripsikan.

Sedikit cerita tentang cinta yang gagal ini.

Awalnya si bukan ke dia, dia juga belum terlihat ketika awal. Semua dimulai ketika aktifitas kembali seperti biasa. Ketika sampai di suatu tempat, tiba-tiba liat satu bunga yang saat itu belum semekar sekarang turun dan mau pergi entah kemana. Mungkin itu yang orang bilang 'berawal dari tatap'. Balik lagi kecerita, ketika sang bunga sudah tak terlihat lagi untuk dipandang ada inisiatif hati untuk bertanya. Si bunga yang saat itu belum kembang itu siapa sih ?

Eh kebetulan, benar – benar kebetulan pada awalnya. Seketika pun semua tentang bunga telah diketahui. Tapi sayang  seribu sayang. Sang bunga telah memiliki lebah, yang katanya juga si lebah tak mungkin lepas dari bunga.

Sejak itu pun sehari-hari cuma taunya nunggu, bisa disebut ‘penantian bodoh’ sih. Seperti lagunya dissa, coba di dengerin. Lagunya recommended untuk yang sudah lama nunggu. Menunggu bukan sesuatu yang susah, apalagi kalau disibukkan dengan aktifitas yang lain. Yang susah itu mikirin apakah nunggu itu berbuah hasil atau tidak. Apakah akan terjadi perpisahan si bunga dengan si lebah ?

Setiap hari cuma bisanya mandangi wajahnya si bunga kalau lagi ketemu. Hari demi hari berjalan, entah mengapa setiap bertambahnya hari setiap saat itu juga ada sesuatu yang aneh dari si bunga. Setiap hari si bunga terlihat seperti mekar perlahan. Mungkin arus globalisasi yang membuat fashion si bunga berubah sehingga membuat si bunga mekar sempurna. Sumpah cantiknya bunga tak bisa di presentasekan. Apalagi dinilai dalam angka.

Sampai suatu hari ada berita yang mengusik telinga bahwa si bunga tak lagi dengan si lebah. Bukannya mestinya tau pertama, malah mungkin taunya bisa dibilang terakhir. Coba bayangin, didalam balapan start diposisi buncit. Apa mungkin bisa jadi yang nomer satu ? mungkin sih bisa kalau kendaraan yang lain didepannya dimatiin mesinnya waktu start dan yang dari posisi buncit jalan sendiri sampai bisa jadi yang terdepan (mimpi).

Nyobain punya inisiatif untuk memperkenalkan diri dengan si bunga. Coba cari kontaknya. Dan pada awalnyapun tdk langsung dihubungin, tapi malah mencari kemantapan mental untuk kenal si bunga. Cinta yang serius itu memang bikin linglung. Mau bilang ini bulshit juga terserah si.

Mulai kenal dan mulai ada percakapan dengan si bunga. Si bunga memang awalnya seperti tembok yang tidak mantulin apapun bila dilempar dengan benda. Setelah lumayan sering komunikasi dengan si bunga temboknya mulai lunak. Memang sih, sering juga ga terjadi komunikasi akibat banyak faktor. Tapi diusahain minta maaf kalau ada salah sama si bunga.

Belum juga lama komunikasi sama si bunga, sampai suatu saat tau kalau si bunga punya si lebah baru. Ga pernah berfikir untuk berhenti mengagumi si bunga sih. Tapi akibat adanya si lebah mungkin level kekaguman ada batasan. Rumit sih iya, tapi menunggu itu belajar sabar. Santai sebanyak apapun berlian berganti pemilik akibat proses jual beli. Berlian pasti tetap berlian, masih tetap sesuatu yang mahal. Bahkan bisa bertambah mahal.
Sekian. . . . 

Maaf kalau ada sesuatu yang salah. Tak pernah menyebut seseorang. Apabila merasa pernah ada kesamaan dengan kisah ini. Percayalah mungkin cuma fiktif belaka. Terimakasih.

LOSE ON THE BEGINNING, LOSE ON END ALSO
terimaksih bunga sudah buat otak berimajinasi dipagi hari sehingga terselesaikannya artikel ini.




Tidak ada komentar: